Kasus antara Manohara Odelia Pinot dan Tengku Muhammad Fakhry kini kian memanas. Setelah Manohara melaporkan Tengku Fakhry ke Bareskrim Mabes Polri, Tengku Fakhry kini balas melaporkan Manohara dan ibundanya ke polisi juga Daisy Fajarina.
Tengku Fakhry melaporkan Manohara dan Daisy atas dugaan menyebarkan tuduhan palsu. Tuduhan palsu yang dimaksud Tengku Fakhry adalah seputar pernyataan Manohara yang mengaku menjadi korban kekerasan seksual Tengku Fakhry. Posisi Tengku Fakhry kian tersudut setelah Manohara membeberkan bukti-bukti bekas sayatan di tubuhnya dan diperkuat dengan robeknya vagina manohara oleh hasil visum. Hasil visum menunjukkan ada belasan luka sayatan di tubuh Mano, bahkan beberapa di antaranya terdapat pada payudara dan juga di sekitar area pribadinya.
Dalam laporan ke polisi, Tengku Fakhry membantah semua pengakuan dan bukti yang disodorkan Mano. Tidak seperti Mano yang tak takut berhadapan dengan media, Tengku Fakhry terkesan tidak berani berhadapan dengan media. Pada jumpa pers yang digelar di Kuala Lumpur, Tengku Fakhry tidak mau menghadiri jumpa pers dan cukup diwakilkan kepada pengacaranya, Muhammad Haziq Pillay dan kaki tangannya, Muhammad Sobri. Menarik untuk ditunggu, lewat pengadilan manakah Fakhry dan Mano akan saling berhadapan untuk membuktikan siapa yang benar dan siapa yang membual.
“Kita sangat mengharapkan pemerintah Indonesia karena ini tamparan terhadap hukum, menginjak-injak hukum. Warga Indonesia dilecehkan begitu saja. Kita mengharapkan pemerintah memberikan dukungan demi kewibawaan hukum dan demi kehormatan warga Indonesia,” kata kuasa hukum Mano, Hotman Paris Hutapea. Awalnya, kasus Mano kurang mendapatkan perhatian dari masyarakat Kelantan, Malaysia. Namun, belakangan kasus Mano semakin menyedot perhatian warga Kelantan, terutama setelah Mano pulang ke Indonesia lewat cara yang dramatis.







No comments yet.