Index berita Film Terbaru

Film “Darah Garuda” Akan Dirilis Saat Libur Lebaran

Gosip Artis & Selebriti on 21 August 2010 - @ Istanaartis.com

Istanaartis.com Menyusul kesuksesan film ‘Merah Putih’ yang berhasil mencetak box office 2009 lalu, kini PT Media Desa Indonesia bekerjasama dengan Margate House Films akan memproduksi film sekuelnya, ‘Darah Garuda’. Produser Eksekutif sekuel Merah Putih, Hashim Djojohadikusumo mengungkapkan, setahun terakhir ini film Merah Putih banyak meraih sukses di Box Office, juga mendapatkan sejumlah penghargaan.

“Penghargaan di dalam negeri sampai berbagai festival dan pasar film di Los Angeles, Cannes, Pusan, Berlin, Hong Kong, Amsterdam, Sydney, dan Moscow. Kami sangat senang dan terhormat akan reaksi penonton yang luar biasa besar dan antusias terhadap kisah penting tentang pengorbanan para pahlawan demi persatuan, toleransi beragama, dan kemerdekaan,” terang Hashim.

Berdasarkan hal itu, PT MDI berencana merilis sekuel film Merah Putih, yaitu Darah Garuda yang rencananya akan dirilis di bioskop mulai 8 September mendatang. “Untuk merayakan liburan Idul Fitri. Waktu di mana seluruh keluarga di seantero Indonesia berkumpul untuk merayakan hari yang bahagia,” katanya.

Film ini menceritakan sebuah kelompok heroik para kadet yang menjadi tentara gerilya pada tahun 1947 yang dipotret dengan brilian oleh aktor-aktor berbakat papan atas Indonesia yang diperankan Donny Alamsyah, Rifnu Wikana, Lukman Sardi, dan Darius Sinathrya.

Terpecah oleh rahasia-rahasia mereka di masa lalu dan konflik yang tajam dalam hal kepribadian, kelas sosial dan agama, keempat lelaki muda bersatu untuk melancarkan sebuah serangan nekat terhadap kamp tawanan milik Belanda demi menyelamatkan para perempan yang mereka cintai, yang diperankan Rahayu saraswati, Astri Nurdin, dan Atiqah Hasiholan.

Para kadet ini terhubung dengan kantor pusat Jendral Sudirman, mereka diberi sebuah tugas sangat rahasia di belakang garis musuh di Jawa Barat: sebuah serangan gaya komando pada lapangan udara vital yang dapat membalikkan perlawanan para pemberontak melawan kezaliman yang telah dilakukan Jendral Van Mook, agustus 1947.

Film ini menjadi menarik karena film dalam format 35-milimeter berdurasi 100 menit ini, menampilkan adegan-adegan action memukau yang melibatkan ahli perfilman internasional terbaik dalam bidang efek khusus dan tata teknis lain yang berpengalaman di perfilman hollywood.

Seperti koordinator efek khusus Adam owarth (Saving Private Ryan, Blackhawk Down) dan ahli persenjataan John Bowring (The Matrix, The Thin Red Line, Australia, Wolverine), adalah para veteran di film Merah Putih. Dengan tim penyutradaraan baru Yadi Sugandi dan Conor Allyn, darah garuda dan film ketiga yang nanti akan muncul dari trilogi ini, Hati Merdeka, membawa ahli-ahli lain seperti nominator piala oscar untuk tata rias dan prostetik Conor o’Sullivan (The Dark Knight, Saving Private Ryan, Braveheart), koordinator laga Scott Mclean (The Matrix, The Pacific-sekuel terbaru dari steven spielberg/tom hanks Band Of Brothers), asisten sutradara Andy Howard (From Hell, Wanted, Hellboy) dan teknisi ahli efek khusus Graham Riddell (Robin Hood, Batman Begins, Star Wars I, Band Of Brothers, Kingdom Of Heaven).

Kesedihan yang Artifisial di ‘D’Love’

Gosip Artis & Selebriti on 04 August 2010 - @ Istanaartis.com

Istanaartis.com Kasus Century yang tempo hari sempat menghebohkan jagad pemberitaan di Tanah Air tapi kemudian menguap begitu saja itu, akhirnya menyeret salah seorang pejabat sebagai tersangka. Itu terjadi dalam film terbaru karya sutradara Helfi Kardit berjudul ‘D’Love’ yang antara lain menjadi panggung kembalinya Ahmad Albar sebagai aktor untuk pertama kalinya sejak 1979.

Dalam laporan berbagai media, peran rocker kribo itu sebagai seorang pria gay tua mendapat perhatian khusus, dan menjadi “jualan” utama. Namun, ‘D’Love’ sama sekali bukan film (tentang) gay.

Film ini dibuka sebagai sebuah kisah kemarahan anak muda: dua lelaki bertelanjang dada sedang bertarung di dalam kotak kerangkeng dikerubuti penonton yang bersorak-sorak sambil memegang uang taruhan. Tampak anak kecil yang begitu bersemangat meneriakkan nama jagoannya.

Lalu, sekilas, kamera menyorot seorang cewek yang berbalik pergi setelah memotret acara adu manusia itu. Adegan selanjutnya: jagoan muda kita yang memenangkan pertarungan itu sedang melepas kepenatan dan ketegangan usai bertarung, dan menikmati suasana dengan seorang cewek yang lain lagi, dan anak kecil tadi.

Sinopsis yang dirilis pihak produser menyebutkan bahwa Elmo (Agung Saga) lari dari rumahnya dan menjalani kehidupan liar sebagai seorang petarung aduan karena kecewa pada ayahnya yang koruptor. Di layar, kita diberi satu satu petunjuk kecil yang memperlihatkan Elmo sedang menonton TV di sebuah warung rokok pinggir jalan yang menayangkan berita penangkapan “pejabat pertama yang menjadi tersangka kasus Century”.

Adegan selanjutnya memberitahu kita bahwa di luar kehidupan gelapnya itu, Elmo adalah seorang anak SMU dengan segala kisah cintanya. Cewek yang suka menemaninya bertarung tadi adalah Neina (Rebecca Reijman) dan yang diam-diam suka menonton dari jauh dan memotret adalah April (Aurelie Mouremans). Mereka bertiga satu sekolah.

Neina diperkenalkan sebagai cewek miskin yang tinggal berdua saja dengan neneknya yang sakit-sakitan. Pada suatu ketika, seorang perempuan berambut cepak mencarinya, bahkan sampai mencegatnya di sekolah. Ternyata, dia germo.

Dan….oh, jadi…”selama ini” Neina itu pelacur? Sementara, April tinggal di rumah besar nan mewah, ke mana-mana diantar sopir dan jago main piano. Ia tinggal bersama lelaki yang dipanggilnya ayah (diperankan Ahmad Albar), tapi kok si ayah ini pacaran dengan sesama lelaki? Lewat sebuah percakapan kita pun kemudian tahu, April ini ternyata anak adopsi.

Tiga “cerita” itu –Elmo dan sahabat kecilnya Bocor (Rizky Adrianto), Neina dan neneknya yang sakit-sakitan, dan April dengan ayah gay-nya yang selalu gelisah dan takut kehilangan orang(-orang) yang dicintainya– lambat laun mengerucut, bertemu di satu titik, sebagai sebuah kisah cinta segitiga remaja SMU.

Sampai di sini, kita mulai merasa banyak hal yang tidak relevan, terasa seperti tempelan. Misalnya fakta bahwa Neina itu (pernah jadi) pelacur. Juga, fakta bahwa ayah April seorang gay. Atau, okelah, mungkin kita bisa melihat film ini sebagai sebuah mozaik, potongan dari cerita-cerita yang mencoba menyusun dirinya sendiri-sendiri. Toh, tetap saja, kita akan menangkapnya sebagai sesuatu yang tak utuh.

Dengan ilustrasi musik yang lebih terasa mendikte ketimbang membangun mood, film ini begitu ngotot ingin mengusik penontonnya dengan melankolia dari luka-luka kehidupan akibat rasa kehilangan dan cinta yang gagal. Namun, terlalu malas menggali akar persoalannya sehingga semua terasa begitu artifisial, serba permukaan.

Ayah Aprillia yang akhirnya ditinggalkan sama pasangannya, misalnya, hanya diceritakan lewat dialog. Betapa pun sedihnya Ahmad Albar memerankan adegan itu, namun kita tetap butuh gambar yang bercerita sendiri, bukannya “informasi” lewat dialog. Begitulah, cerita yang pada dasarnya dangkal-klise, diperparah dengan plot yang lemah dan mau cari gampangnya saja. Hampir seluruh usaha dari film ini diarahkan untuk mengiring mood penonton dan menciptakan suasana sedih.

Aurelie Mouremans tidak meyakinkan berakting sebagai cewek yang berusaha merebut simpati dan cinta dari cowok yang diam-diam dia kagumi. Tapi, Rebecca Reijman cukup berhasil menghidupkan sosok cewek munafik yang pura-pura mendukung ketika April jadian sama Elmo, padahal sebenarnya selama ini dia mencintai petarung itu. Agung Saga dengan wajah imutnya yang berkali-kali di-close up, dan gaya rambut ala anak-anak serial ACI zaman TVRI, terlihat realistis pada setiap adegan pertarungan. Tapi, siapa yang percaya kalau dia anak orang kaya yang sedang melakukan perlawanan, coba?

Yang sungguh meleset dari dugaan adalah aktor cilik pendatang baru Rizky Adrianto sebagai botoh yang selalu bertaruh untuk Elmo. Pada kemunculan awalnya, dia sangat berisik, dengan gaya yang terkesan dibuat-buat, sok-kasar, dan membuat kita ingin menjitaknya. Tapi, lama-lama ia berhasil mencuri perhatian. Celetukan-celetukan ngocolnya yang “dewasa sebelum waktunya” mampu menghidupkan setiap scene yang ada dirinya. Sampai akhirnya kita bisa dibuat tertawa setiap kali dia berseru, “Bego lu, Mo!” Pada akhirnya, anak inilah yang menyelamatkan film ini dari kehancuran total, dengan akting-nya yang luar biasa pada adegan sedih di akhir cerita.

Kalau Anda sampai menitikkan airmata di akhir film ini, itu bukan karena tokoh-tokoh dalam “D’Love” berhasil membuat kita bersimpati –oh, bahkan kita sudah tidak peduli ketika kemudian Neina kembali melacur lagi. Melainkan, percayalah, itu semata karena kecemerlangan akting Rizky Adrianto.

Film ‘Obama Anak Menteng’ (OAM) Akan Tayang 1 Juli

Gosip Artis & Selebriti on 30 June 2010 - @ Istanaartis.com

Istanaartis.com Film Obama Anak Menteng (OAM) yang menceritakan kisah masa kecil Presiden Amerika Serikat Barack Obama akan tayang di bioskop besok, Kamis, 1 Juli.

Sutradara Jhon De Rantau mengatakan pembuatan film ini terbilang sangat cepat, tapi bukan berarti mereka main-main. Pasalnya film ini mengangkat kisah masa kecil tokoh yang dipilih oleh rakyat Amerika Serikat dalam Pemilihan Presiden November 2008 silam.

“Memang banyak pressure, jadi saya harus hati-hati. Kebetulan saya penggemar berat Obama dan saya selalu membaca buku-buku Obama,” kata dia.

Jhon memberanikan diri menempuh risiko, karena dengan membuat film ini dia akan menjadi target buruan intelejen Amerika. Bayangkan saja, orang Indonesia memberanikan diri memvisualkan diri orang nomor satu di Amerika itu.

“Semoga saja film ini harus bisa diterima dengan sesederhana mungkin di tengah perbedaan dengan satu kata, yaitu memaafkan dan toleransi,” kata dia.

Film yang dibintangi oleh Hasan Faruq Ali (12) ini mengisahkan masa kecil Obama selama tinggal di Jakarta bersama ibu dan ayah tirinya dari usia 6 sampai 10 tahun. Film ini mengambil lokasi syuting di Bandung, untuk mendapatkan situasi Jakarta di tahun 1970an.

Dalam film Obama Anak Menteng, tidak satupun cerita menyinggung tentang isu politik dan semuanya murni tentang masa kecilnya. Film ini lebih banyak mengisahkan tentang persahabatan dan hobi Obama di masa kecil.

Film ini akan menceritakan tentang pertama kalinya Obama datang ke Indonesia, lalu berkisah tentang sekolahnya, dan tentang hubungannya dengan ibunya.

Kembali ke Layar Lebar, Rano Karno Siap Mengembalikan Kejayaan ‘Si Doel’

Gosip Artis & Selebriti on 02 June 2010 - @ Istanaartis.com

Istanaartis.com Setelah cukup lama absen karena kesibukan di dunia politik, aktor kawakan Rano Karno akhirnya kembali berkarya. Dalam waktu dekat ini, bintang ‘Si Doel Anak Betawi’ itu akan merilis film barunya, ‘Satu Jam Saja’.

Pada tahun 90-an, ‘Si Doel Anak Sekolahan’ merupakan salah satu sinetron yang paling laris di Indonesia. Kini, untuk mengembalikan kejayaannya, Rano Karno pun siap menggarap versi layar lebar ‘Si Doel’.

Namun kali ini, Rano tidak tampil sebagai bintang utamanya. Di ‘Satu Jam Saja’, pria berusia 49 tahun itu hanya menjabat sebagai aktor pendukung sekaligus penulis naskah.

“Skenario film ini sudah saya buat dari tahun 2006, jauh sebelum menjadi wakil bupati,” ujarnya.

‘Satu Jam Saja’ akan dibintangi aktris Revalina S Temat dan Vino G Bastian. Rencananya, Rano siap merilis ‘Satu Jam Saja’ pada Oktober mendatang.

“Kalau tidak ada halangan tanggal 8 Oktober sudah mulai beredar karena sekalian bertepatan saya berusia 50 tahun,” ucapnya.

“Bulan Januari 2010, ‘Si Doel The Movie’ sudah mulai produksi,” ujar Rano Karno.

Rano mengungkapkan akan menampilkan beberapa aktor-aktris yang tampil di sinetronnya. Bahkan, aktris senior Aminah Cendrakasih juga sudah sepakat untuk berakting lagi sebagai Mak Nyak.

“Dia (Aminah) langsung menangis karena bisa kumpul lagi,” ucapnya.

Sinetron ‘Si Doel Anak Sekolahan’ yang diadaptasi dari film ‘Si Doel Anak Betawi’ diputar perdana di televisi pada 1993. ‘Si Doel Anak Sekolahan’ pun bisa mengungguli telenovela-telenovela yang saat itu tengah menjamur. Sampai saat ini, meski diputar berulang-ulang, kisah keluarga Sabeni itu tidak pernah membosankan.

Film ‘Laskar Cilik’, Akan Mendidik Anak-anak Bangsa Bersahabat

Gosip Artis & Selebriti on 30 May 2010 - @ Istanaartis.com

Istanaartis.com Film bertema anak-anak siap hadir menemani, menjelang liburan sekolah. Ganesa Films siap merilis film berjudul Laskar Cilik yang siap menunjukkan arti persahabatan kepada anak-anak Indonesia.

Subakti Is selaku sang sutradara mengaku kalau dirinya ingin mempersembahkan film layar lebar untuk anak-anak dengan nilai jual film yang mempunyai edukasi tinggi.

“Sudah lama tidak muncul film anak-anak, makanya saya ingin membuat film tersebut. Tetapi tidak sekedar tontonan tapi juga tuntunan. Sehingga anak-anak punya tontonan yang mendidik,” ujar Subakti saat ditemui di Kawasan Kemang, Jakarta Selatan, belum lama ini.

Dirinya pun melihat jika selama ini film anak-anak yang ada selama ini jarang memiliki nilai edukasi dan hanya menyuguhkan sifat kekerasan yang lebih ditonjolkan.

“Miris melihat sinetron dan film yang ada sekarang kian menjauh dari unsure education, yang menonjol justru kata-kata kasar, makian serta ajaran yang menyesatkan untuk anak-anak,” tukas sutradara yang sukses menggarap sinetron Pernikahan Dini dan Leak ini.

Subakti pun menuturkan kalau film yang digarapnya tersebut lebih banyak menonjolkan nilai persahabatan, saling menghargai, meskipun tetap ada nilai perselisihannya.

“Kami mencoba mengajarkan pada masyarakat untuk saling menyayangi dan mengasihi, sekalipun ada perselisihan. Ada perselisihan dan perdebatan tapi tidak ada kata-kata kasar di film ini, sekalipun konfliknya tajam,” pungkasnya.